Kanty K. Nugroho

Story, Note, Hope, and Dream

Jalan2 Minggu

0

Kebetulan sedang menginap di rumah Aki/Papah di dago, kebetulan ada acara pertunjukan teater untuk anak dari Pustakalana di Tahura, Saya ajak Aki, Wawa, Teteh untuk ke Tahura.

Hari minggu memang biasanya macet ke daerah tsb, tapi karena jaraknya dekat jadi Saya ambil resiko macet tersebut. Biasanya Aki yang selalu menyetir, tapi kali ini Saya ingin sekali-kali yang menyetir. Ini baru kedua kalinya Saya menyetir dengan Aki di samping Saya. Pertama kalinya ketika Saya masih belajar menyetir di tol, ketika Bandung masih sangat sepi.

Ah jadi teringat Alm. Enin/Mamah, beliau suka nekat ngajak Saya menyetir padahal saya masih belum fasih menyetir.

Sudah sangat lama Saya tidak mengunjungi Tahura, karena jalan menuju tempat ini selalu macet ketika weekend. Banyak perubahan dari tempat ini, bagian depan dan parkiran nya nampak masih terawat. Kami mendapatkan gelang pengunjung berwarna merah. Harga tiket pun masih murah.

Terlihat cukup banyak pengunjung yang datang. Tempat ini sekarang banyak digunakan oleh komunitas untuk mengadakan acara di tempat ini. Saya melihat ada kelompok Ibu2 berkumpul dengan baju seragam. Kelompok anak2 muda bahkan kelompok anak2 kecil.

Sepertinya pihak Tahura membebaskan komunitas untuk menyelenggarakan kegiatan atau acara di sini, sehingga dapat menarik lebih banyak pengunjung.

Tempatnya sangat luas, sehingga dibutuhkan fisik yang kuat. Sayangnya di tempat ini fasilitas untuk yang berkebutuhan khusus atau jalan untuk kursi roda belum didukung dengan baik.

Di tempat ini tersedia Taman bermain untuk anak2, fasilitasnya tidak banyak tapi cukup untuk anak2 bisa bermain ayunan, perosotan, manjat2 dan ada area kandang kelinci, dimana anak2 bisa langsung memberikan makan kelinci. Ayunannya cukup kuat sehingga orang tua yang ingin bernostalgia bisa ikut bermain. Terasa bahagia ketika melihat Aki dan cucunya bermain bersama.

Seperti jaman dulu, tempat ini bisa digunakan untuk pre wedding. Saya pun jadi teringat dulu Kakak Saya membuat foto pre wedding di sini, dan entah kenapa Saya dan Pampam pernah ikut nebeng foto2 di sini (padahal kami belum berencana menikah). Kebetulan fotografernya teman dekat Kakak kami jadi diperbolehkan nebeng2 :).

Seperti jaman dulu, ada warung2 di sekitar Tahura yang menyediakan jagung bakar, kelapa muda, gorengan, dll. Cukup untuk mengisi perut yang lapar karena kelelahan atau pun kedinginan karena udara yang masih sejuk.

Kami pun menyruput kelapa muda yang manis dan mie rebus yang enak sambil melihat pertunjukan teater untuk anak.

Jalan2 Minggu nya Alhamdulillah menyenangkan.

So, what do you think ?