Kanty K. Nugroho

Story, Note, Hope, and Dream

Ekspedisi Gen Keluarga

0

Tantangan 1 Pra Perak 2018 adalah ekspedisi gen keluarga, yaitu mengajak anak-anak kita untuk mengenal nama-nama kakek, nenek, eyang, buyut dst, juga aktifitas dan hal-hal yang baik tentang mereka. Kami diberi waktu 2 minggu untuk mengerjakan tantangan ini, yang ternyata saking serunya malah waktunya terasa kurang. Kami baru menjelajah silsilah dari keluarga saya.

Alhamdulillah ekspedisi gen ini sebetulnya seru bagi saya. Saya mulai dengan mengobrol dengan ayah saya, kebetulan yang tersisa memang hanya ayah saya, Ibu sudah ‘pulang’ duluan. Kami mengobrol ketika makan malam bersama Kiriya dan 2 cucunya. Beliau mulai bercerita tentang ayahnya (K. Komarawinata) yang aktif di persepakbolaan (Persib, PSSI dan Persitas). Lalu ayah saya bercerita tentang kakeknya (Sadraip) yang merupakan orang yang pertama berjualan batik di tasikmalaya. Cerita terus berkembang hingga Beliau teringat masa kecilnya, yang suka membantu menjaga toko di daerah pagarsih, Bandung; yang harus bersepeda ke sekolah. Terlihat raut wajah beliau begitu senang menceritakan masa kecilnya kepada cucu2nya.

Setelah itu, saya meminta ayah untuk mengingat nama-nama leluhur kami yang lain. Ayah saya kemudian teringat ada buku yang menuliskan lengkap tentang silsilah leluhur keluarga, juga ada sedikit ceritanya, namun buku itu entah dimana. Kakak saya tiba-tiba teringat, sepertinya ada di tempat dokumen-dokumen lama. Lalu kami mencarinya, tapi tidak ketemu, entah terbuang atau tersimpan di tempat lain. Kakak saya menjadi sibuk mencari ke seluruh lemari :). Ketika mencari, saya menemukan selembar kertas, yang berupa potongan artikel koran, ternyata tentang Kakek saya (K. Komarawinata), berita duka dan ada kisah Beliau ketika menjadi ketua Persib, aktif di PSSI dan menjadi ketua Persitas sampai akhir hayatnya.

Kakak saya juga teringat bahwa di kakak saya yang di bekasi, ada diary kakek saya (K. Komarawinata). Lalu saya memintanya untuk mencari silsilah keluarga, dan mendapatkan banyak cerita dari buku diary tersebut. Buku diary tersebut ditulis dalam bahasa sunda¬† dengan sangat rapi dan huruf sambung. Ada banyak cerita yang didapat, diantaranya adalah ternyata beliau menjadi yatim ketika usia beliau 3 bulan dalam kandungan, kemudian tinggal bersama kakeknya (Sumadiria). Beliau suka bermain sepakbola, namun tidak bisa meneruskan menjadi pemain bola profesional, karena mengalami kecelakaan yang menyebabkan kakinya ‘keseleo’ parah, sehingga tidak bisa bermain bola dengan baik. Namun karena cintanya kepada sepak bola, beliau bisa menjadi ketua Persib dan pernah membawa Persib menjadi juara tahun 1961. Di bawah pimpinan beliau, Persib juga pernah melakukan lawatan ke luar negeri, yaitu mewakili PSSI ke turnamen “Aga Khan Gold Cup, di Dacca, tahun 1962. Di kalangan PSSI beliau dikenal sebagai ‘harimau’ karena sikapnya yang keras. Beliau juga mengajarkan kedisiplinan kepada anak-anaknya.

Pencarian buku silsilah keluarga terus kami cari, ayah saya sampai menelpon dan mendatangi adiknya untuk mencari buku tersebut :) -Alhamdulillah jadi ajang silaturahmi. Namun sampai saat ini kami tidak tau dimana keberadaan buku tersebut :( .

Dari sisi keluarga Mas Eko, saya hanya tau tentang kakeknya yang beraktifitas sebagai petani, mengurus sawah, kebun, ternak, begitu mencintai alam dan hidup dalam kesederhanaan.

Ekspedisi gen tidak akan berakhir di tulisan ini. Insya Allah akan diteruskan untuk mencari harta karun yang mungkin masih bisa ditemukan :).

Berikut silsilah dan foto ‘harta karun’ yang berhasil ditemukan:

family tree

diary aki

WhatsApp Image 2018-02-01 at 6.46.09 AM

#TantanganPerak1

#Perak2018

#GenKeluarga

So, what do you think ?